Rabu, 24 Juni 2015

Profesi Bidan dan Islam (wawancara)

Tidak ada komentar:
Bismillahhirrahmanirrahim......

Suatu ketika permintaan pertemanan saya diterima dengan seseorang di facebook, dan ternyata ia seorang mahasiswi D3 di perguruan tinggi swasta di Jakarta. Ia mengambil program studi kebidanan disana. Yang membuat saya kagum, ternyata ia ngekos di dekat kampusnya. Jarang sekali ada perempuan yang rela berpisah dari orang tua demi menuntut ilmu dan mengabdi kepada masyarakat.

Hobinya mudah2an ga salah ya : suka adventure, sisanya belom tau... 


Selang beberapa hari setelah chatingan sama dia, sedikit demi sedikit saya mendapat informasi tentang kegiatan apa saja yang dilakukannya. Kadang malam hari harus dinas (katanya), belum lagi disibukkan dengan tugas-tugas kuliah dan lain-lain. Namun dibalik semua itu ada momen indah yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain, yaitu menolong seorang manusia yang akan lahir ke dunia ini.

Hari berikutnya chatingan, aq tanya tentang suka dukanya. Kalo sukanya menurut penilaian saya, bisa foto-foto sama bayi-bayi lucu, bisa ngerawat bayi dan sebagainya yang tentunya akan ia rasakan nanti kalau sudah menikah dan mempunyai anak.

Setelah menelusuri di dunia maya, akhirnya saya temukan bahwa bidan adalah profesi yang sangat mulia dalam Islam. Mengapa demikian ? disamping menolong nyawa manusia, juga merawat seorang ibu hingga ibu tersebut dapat melakukan persalinan dengan baik. Bukan hanya 1 nyawa yang diselamatkan, namun ada 2 nyawa, yaitu nyawa sang ibu dan sang anak. 

Namun sayangnya akhir-akhir ini banyak juga profesi bidan yang disalah gunakan, contohnya untuk aborsi, dan hanya mengejar keuntungan saja... Oleh karenanya, profesi ini pun harus dilandasi dengan iman dan ihsan, sehingga tidak disalahgunakan ilmu yang digunakan..

Berhubung sudah tidak berteman lagi dengan sang mahasiswi bidan, maka saya blum dapat informasi lebih dalam lagi. Semoga lain waktu artikel ini bisa berlanjut lagi. Mohon masukan untuk artikel ini...

Wassalam  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top